Sedikit Pandangan Tentang Tarian Siswi SMA Toli-Toli

Sebenarnya bahasan ini sudah bisa dikatakan agak telat untuk dibahas. Akan tetapi daripada mengganjal di hati, alangkah baiknya saya keluarkan. Senggama saja kalau tidak orgasme gak afdol. Mungkin pembaca sudah pada tau kasus tarian SMA Toli-Toli. Akibat saking kreatifnya kelima siswi SMA Toli Toli mengekspresikan kreasinya, mereka tidak dapat mengikuti UN sebagai akibatnya. Disini saya sedikit cuap cuap sebab akibat dari video yang dibuat pada Sabtu (9/3) dan diunggah ke situs video populer Youtube pada Selasa (16/4).

Pertama adalah hancurnya masa depan kelima siswi karena tidak bisa mengikuti UN. Ingat masa depan atau suksesnya seseorang tidak ditentukan oleh UN. Banyak orang sukses yang tidak menamatkan sekolah. Meski kita tidak boleh mengesampingkan pentingnya ijazah. Ijazah tidak menjamin sukses seseorang tapi memperbesar kesempatan untuk meraih sukses. Kemudian pernyataan yang mengkafirkan kelima siswi tersebut. Tergelitik saya setiap mendengar kata-kata kafir. Ingat, kelima siswi tersebut masih dalam tahap memasuki fase usia remaja yang sering dianggap fase yang sangat tidak stabil dalam tahap perkembangan manusia. Dan mayoritas usia remaja belum bisa berpikir panjang apa yang mereka lakukan. Jadi sangat tidak fair kalau kita langsung menjastifikasi bahwa kelima siswa tersebut kafir. Saya yakin mereka melakukan tarian tersebut hanya spontan tanpa bermaksud merencanakan untuk menghina agama mereka.

Selanjutnya adalah tindakan kurang tegas Mendikbud M.Nuh. Dalam pernyataannya, M.Nuh tidak sependapat vonis yang dijatuhkan pihak Sekolah dengan memecat kelima siswi tersebut. Menurutnya, sanksi apapun jangan sampai mengorbankan masa depan anak. Tapi dalam tindakannya, M.Nuh tidak berani mengintervensi pihak sekolah untuk menganulir sanksi tersebut. M. Nuh terkesan cuci tangan dan tidak mau ambil resiko dengan kasus tersebut.

Disini saya juga menyayangkan peran komnas anak yang terkesan lambat memperjuangkan nasib kelima siswi tersebut. Berdasarkan prinsip dasar perlindungan anak yang digariskan Pasal
2 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang salah satunya adalah asas kepentingan yang terbaik
bagi anak, gagalnya kelima siswi tersebut mengikuti UN bisa dikatakan komnas anak gagal mengawal kasus tersebut. Belum lagi kekerasan psikis yang harus ditanggung kelima siswi tersebut.

Memang dilihat dari sudut norma apapun perbuatan kelima siswi tersebut tidak bisa dibenarkan. Memang siswi tersebut melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama apabila diteruskan ke ranah hukum. Tapi apakah pantas sanksi pemecatan dari sekolah dan ancaman sanksi pidana sampai dikucilkan dari lingkungan sosial sudah tepat bagi kelima siswi tersebut. Saya rasa pembinaan, sanksi yang mendidik dan proporsional adalah solusi yang tepat. Kemudian dilanjutkan dengan pembinaan mental dan spiritual. Padahal kalau dibina dan diarahkan dengan benar mereka bisa menghasilkan karya yang bermanfaat, karena sebetulnya mereka punya kreatifitas dan keberanian.

Dengan kejadian tarian Toli-Toli, sekali lagi membuktikan bahwa masyarakat kita belum matang dalam beragama. Mereka lebih menonjolkan kesalehan ritual ketimbang substansi. Kelima siswi tersebut bukan teroris yang menyebarkan keresahan dan menyebabkan kematian, mereka bukan koruptor yang bisa menyebabkan terhambatnya pembangunan, dan mereka bukan pembalak liar yang menyebabkan kerusakan alam. Padahal sama-sama perbuatan pelanggaran agama.

Posted by Wordmobi

12 thoughts on “Sedikit Pandangan Tentang Tarian Siswi SMA Toli-Toli

  1. gembar gembor pendidikan berkarakter namun implementasinya masih belum begitu terasa…karakter mana yang dibangun?
    kalo nyari kesalahan yah anak2 itu salah…guru yang dititipi mendidik selama di skolah…ortu di rumah gak bisa mendidik…dst…
    anak2 itu pelaku namun juga sebagai korban kebijaksanaan yang tidak bijaksana…hukum tetaplah hukum yang harus ditegakkan namun di sisi lain perlu pertimbangan lebih dan mendalam….

  2. bukannya cuma gak bisa ikut un di sma 2 aja?
    dan disarankan ikut un d sekolah lainnya aja kan menurut surat resminya.
    mungkin juga peringatan buat 5 siswi tersebut, kalau urusan dengan Tuhan dimain-mainin ya bakal dapat balesan yank sekiranya nyesek buat diinget-inget.

  3. kalo menurut ane sudah setimpal dngan hukuman mereka. . .
    karena,di lihat bagaimanapun mereka itu sudah kelas 3 SMA,bukan d katagorikan sebagai remaja namun,pemuda/pemudi jadi sudah bisa memakai akal dan pikiran mereka untuk memilah mana yg baik dan yg benar. . .
    # that’s my opinion

  4. Sudah pas lah hukuman mereka .. aagian gak ikut un tahun ini tahun depan bisa lah …mayoritas masyarakat memamdang mereka sudah layak dihukum .. dan dihukum bukan dihakimi mas bro .. kita semua tau kok mereka masih remaja ..dibanding ngebahas layak atau tidak nya mereka ikut ujian .. malah saya melihat masalah yang lebih besar .. degredasi moral remaja kita, yang tentu samgkut pautnya dengam kelemaham sistem pendidikan kita dan kurangnya peran orang tua dalam mendidik dan membentengi anak anak nya.. kadang saking sibuk nya orang tua .. anak dianggap cukup dididik di sekolah.. padahal pendidikan di rumah juga sangat penting..

    Menurut saya tidak ikutnya mereka un tidak mengapa .. itu hanya menunda kelulusa mereka kok .. dan itu hukuman yang baik .. di mata saya justru kejadian ini merupakan warning bagi pendidik kita dan para orang tua agar lebih memperhatikan siswa dan anak anaknya .. jangan hanya dikasih textbox terus suruh untuk menghapal .. tapi didik lah mereka dengan ajak berdiskusi dan berfikir

  5. Sudah sepantasnya anak2 itu diberi hukuman. Mengingat mereka sudah cukup dewasa utk berpikir. Bukan anak SD lagi. Yg seharusnya pemahaman ttg agamanya cukup. Apalagi salah satu pelakunya ada yg memakai jilbab. Itu sangat sangat memalukan. Jika seorang muslimah sendiri tidak dapat menjaga martabat agama yg dianutnya, lalu bukan salah para kafir bila menertawakan agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s