Pesta Para Pecundang

Sudah lama otak ini terbujur kaku tak berdaya. Praktis tidak ada aktifitas kolaborasi antara otak dan jari jemari yang jauh dari lentik. Hampir sebulan blog yang semakin kehilangan jati diri ini terbengkalai. Lumut, sarang laba laba sampai bau kotoran tikus yang menyengat kompak menghuni blog ini. Sungguh bertolak belakang dengan keadaan 4 bulan yang lalu, ketika masih berada di lingkaran pemberitaan industri otomotif yang semakin kesini semakin massiv. Tapi ketika jiwa ini sudah sulit menyatu dengan hedonisme roda dua dan ketika otak mengalami masa resisi, perlu adanya effort yang bisa membangkitkan gairah imajinasi menjadi sebuah kesatuan paragraf yang elok untuk dinikmati.

Pada awalnya melihat semakin derasnya arus spyshoot maupun puzzle motor ghoib yang semakin tak terbendung, jiwa pahlawan kesiangan penulis tak tahan untuk beraksi. Tapi teringat sebuah nasehat dari sosok blogger mesum dan blogger renta sebutlah Narsum dan EE biasa dipanggil “SEMUA itu Pilihan” , urunglah pahlawan kesiangan beraksi. Dan pada akhirnya pahlawan kesiangan memilih menjadi pencundang ditengah superhero motor baru sampai motor ghoib. Menurut awam penulis, menjadi pecundang juga merupakan sebuah pilihan. Pecundang karena tak bisa berbuat apa-apa meluruskan hal bengkok yang seharusnya lurus.

Tapi setidaknya si pecundang telah mendapatkan kemerdekaan atas dirinya sendiri sekaligus penjajah syahwat duniawi. Kepopuleran, gelimangan harta, hits yang mengalir deras, sampai prestise menjadi yang pertama, hancur lebur dihantam oleh idealisme sang pecundang. Kini pecundang pun tidak terkungkung hanya didalam satu loker, seperti akhir cerita film Man In Black 2 (MIB2). Dia bebas berpindah dari satu loker ke loker yang lain tanpa terikat aturan tidak tertulis pada tiap-tiap loker. Dia bebas mengekspresikan imajinasinya yang liar lewat harmonisasi gerakan jari diatas keyboard.

Pada akhirnya, penulis meyebutnya pesta para pecundang. Pesta dimana para pecundang tersebut merayakan kemerdekaan dari jajahan syahwat duniawinya, pesta dimana pecundang memerdekakan diri dari jerat oligarki. Pesta dimana pecundang lepas dari hasutan para durjana. Lantas yang jadi pertanyaannya, apakah anda siap menjadi pecundang diantara kepungan pembela tirani..???

41 thoughts on “Pesta Para Pecundang

  1. Sungguh goresan mutiara dari sang maestro…
    Blog ini yang menginspirasi saya untuk mulai ngeblog.
    Ayo mas balikkan lagi semangat membaramu!.
    I am your biggest fans.

  2. saya suka otomotif apalagi soal motor, makanya tiap hari buka indomotoblog dan obi. Padahal cuma cari info saja beli mah kagak. Apa jdny jika blog motor tdk nulis soal motor? bisa2 balik lagi beli tabloid eceran yg infonya dikit itupun seminggu sekali. Dengan agak malu saya mengakui sbg orang hedonis yg terjajah tirani dg suka rela dan bukanl
    ah pecundang

  3. Mas Eko…harus terus belajar ikhlas ! Berpindah loker* bagi siapapun itu hal biasa, asal jangan pindah aqidah.
    Saya melihat dari tulisan diatas…masih terlihat belum legowo berpindah loker. Emosi masih terbawa, tidak butuh hits tapiii…blog pengen dibaca banyak orang.
    Biarkanlah loker lain terus dengan idealisnya mereka, mas eko dengan kesenangan barunya.
    Pembaca jadi banyak pilihan khan ? Tidak ada yang salah dengan para Blogger kita dannnn….pembaca yang menentukan pilihan.
    Maaf ini subyektif.. saya bisa salah menilai !
    Salam hangat kopi !

    • Nulis tanpa emosi bagaikan sayur tanpa garam beryodium. Akibatnya nanti bisa gondok’en. Tidak ada blogger yg salah…??? Manusia itu tempatnya salah, lantas blogger itu manusia atau alien? Iya betul, tulisan saya memang ingin dibaca banyak orang, bukan banyak makhluk planet namec. Saya ini sekarang bagaikan van helsing tanpa vampir yg bisa saya buru.

      Salam hangat sehangat paha pramusaji kopi pangku, yang terpaksa terjerembab kedalam kenistaan yg amat sangat pedih. Bukan karena kemauannya tapi karena degradasi ekonomi karena tidak kuat bersaing dengan tim tim papan atas.

      #semendal

  4. bahasa yang panjenengan pakai sungguh bermakna n menggugah nurani saya atas pertanyaan di kalimat terakhir..yah..memang hidup adalah pilihan..artikel ini kayaknya juga sebagai penyemangat diri panjenengan sendiri setelah memutuskan untuk menjadi “pecundang”
    mantap..benar2 berkarakter..

  5. Huammmmm, gak ada yg salah kok mengikuti mainstream sekali kali. Tapi memang ada baiknya menjadi pecundang sekali kali. Intinya, berimbang n berkarakter ajah…. cos manusia itu cinta informasi, tapi informasi yg takarannya pas, gak dilebihkan, gak dikurangi, gak saling menyindir (sekali -jkali gpp ding😀 ) dan tetep berkarakter

  6. INGAT SITI JENAR, INGAT AL-HALLAJ (KALO MUSLIM), MEREKA ORG YANG TDK MENGIKUTI MAINSTREAM, TAPI….. ITULAH MINORITAS 0R KHAWARIJ. MEREKA KEBANYAKAN ORANG SAKIT HATI ATAU NYELENEH, INGIN MENDPT SESUATU YANG INDAH NAMUN KELUAR DARI PAKEM, NOTHING IMPOSSIBLE. BUT BERAAT COYYY

  7. Sangaaar, tp agak gamang. Dan tulisan ini sebenernya untuk meneguhkan hati, betul? Tapi selamat membuka ‘loker-loker baru’ bila telah ketemu ama loker yg sesuai, nikmatilah, dan jangan lupa melihat loker lain, karena hidup gak hanya sebatas loker.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s