Test Top Speed dengan Satu Tangan, Sangat Berbahaya..Jangan Ditiru..!!

Fenomena skuter matic aka skutik memang semakin menggaung. Nyaris semua berlomba lomba memberitakan update terbaru matic terbaru, seperti warung ini juga tentunya. Tapi kalau kita cermati semakin kesini semakin aneh saja fenomena yang terjadi pada motor matic. Keanehan dimulai dengan tes durabilitas, konsumsi bensin atau apalah dengan melakukan touring. Aneh saja karena sebenarnya matic diciptakan untuk komuter kota kota yang sangat mengunggulkan kepraktisannya bukan untuk tujuan touring.

Itu diperparah dengan atpm sendiri yang menyelenggarakan touring dengan matic. Secara tidak langsung atpm menjelaskan bahwa touring pakai matic sah sah saja dan masih aman. Padahal matic sarat dengan resiko ketika dipakai touring. Dengan diameter ban kecil resiko jatuh lebih besar ketimbang diameter ban yang lebih besar. Sekarang beralih ke test ride matic yang dipinjamkan oleh atpm kepada blogger. Sebetulnya saya sudah tidak terlalu perduli dengan hasil tes konsumsi bbm, tapi ada satu hasil yang bikin saya miris, tes top speed yang “hanya menggunakan satu tangan”.

Itu jelas jelas sangat berbahaya dan tak patut dilakukan. Sumpah saya mempertanyakan, semua ini demi apa. Melihat rekam jejak blogger tersebut yang jauh dari rangkulan atpm, kesimpulan saya mungkin hanya sungkan. Bagaimana tidak, dengan hanya satu tangan mencoba mencari top speed, NYAWA loh yang jadi taruhannya, apalagi ini dilakukan dijalan raya. Apa jadinya kalau artikel tersebut dibaca oleh abg labil yang mendewakan top speed. Guna tidak mau dicap bohong oleh temannya abg tersebut mempraktekan hal tersebut.

Sebenarnya saya sudah menyampaikan keluhan saya pada kolom komentar. Saya meminta cara top speed direvisi karena sangat berbahaya. Dan sudah dibales oleh yang bersangkutan. Tapi setelah beliau memposting artikel lagi dan saya lihat kembali artikel yang bersangkutan ternyata belum direvisi, dengan sangat terpaksa saya keluarkan artikel ini. Semoga para abg tidak mempraktekan hal tersebut, karena sangat salah dan sangat berbahaya. Dan itu tak patut untuk ditiru.

Update : Tanggapan .
Saya meminta maaf jika yang bersangkutan keberatan dengan artikel saya ini. Dan setelah telpon telponan dengan beliau, Dan karena beliau sudah merevisi artikelnya dengan menambahkan bahwa riding mengetes top speed dengan satu tangan berbahaya sekali seperti yang saya tulis diatas sangat berbahaya dan tak patut ditiru.
Sekian update terakhir dari saya,terima kasih. keep silaturahmi.

66 thoughts on “Test Top Speed dengan Satu Tangan, Sangat Berbahaya..Jangan Ditiru..!!

    • #plak..
      #kamplengi sisan…

      Tapi berbeda2 loh dan sesuai kemampuan… Tapi itu sangat tidak recomended…
      Meski begitu dengan maksud untuk menujukan sesuatu yang benar loh…
      Dari pada mengakui klaim orang lain… Gimana hayo…
      #ambil sisi positif aja…

  1. weh baru ngeh ane jg padahal sempet berfikir pagi pas baca wah ini ngeri amat ya tangan satu๐Ÿ˜€
    khawatir atepeem yang seneng dengan adanya test irit tersebut tp kl ada kecelakaan apa mau tanggung jawab atepeemnya.

    hmm sedikit terbuka pencerdasan otomotif buat ane yg nubi ini๐Ÿ˜€

    nice artikel

  2. sebenernya hal ini ga cuma sekali lowh, lha ada salah satu blog yang ngetes performa motor batangan, termasuk saya sendiri pernah ngetes video akselerasi matic dengan menggunakan 1 tangan. . .

    ya mungkin memang salah atau kurang safety, tapi alangkah baiknya tidak usah sebut merk nama bloggernya, cuma sekedar saran sih:mrgreen:

  3. segala artikel seharusnya dibicarakan dengan yang bersangkutan terlebih dahulu .apalalagi sesama bloger.
    ayo ah seng rukun .

  4. Numpang nyanyi: “Persaingan yang sehat kan membawa manfaat, cara kerji jangan lakukan. Saling tegur dan bina, bukan saling menindih, dan bukan saling menjatuhkan, ya… ya… ya..”๐Ÿ˜€
    (lagu bang haji)

  5. di suruh kayak apa juga aku g bakal mau njeperet kayak gitu…..cukup nyalakan aplikasi GPS, nti ketahuan berapa rata2 kecepatan, tops speed dan segala macemnya, untuk top speed ya mau g mau harus aware dengan kondisi sendiri + jalan……Nyawa g bisa dinilai……..

  6. kok pada demo di sini ya kan demonya di istana negara๐Ÿ˜€

    sepertinya yang bersangkutan antara keduanya sudah saling memahami ..ada yang menegur dan ada yg ditegur dan mengakui salah n jangan ditiru๐Ÿ˜€.

    akur yuuk.. adeeem

  7. Lebih baik kalau ingin meyerang orangnya lebih baik kirim komentar di artikel yang bersangkutan jangan buat artikel sendiri dan menyerang orang tersebut, jangan so paling hebat segalanya dengan mencari celah kelemahan pada blog2 orang lain lalu membeberkanya kelemahan itu di blog anda sendiri.
    Komunitas orang sombong memang lebih banyak dari orang bodoh.

    • Somehow kritik jg diperlukan dan mungkin karena case ini sudah diangkat ke tulisan blog, bisa jd metoda nge-test top speed yg secara independen dilakukan blogger2 selanjutnya bisa naik standar keselamatanya..
      Aneh kalo kritik yg cukup realistis seperti tulisan di blog ini dianggap sesuatu yg tidak baik..

    • coba baca ulang mas bro..penjelasan yg punya warung ketika memberi coment di blog yg bersangkutan…bahkan saat memutuskan mengangkat masalah ini kan die nya lansung konfirm ke yg bersangkutan n kemudian yg bersangkutan baru merevisi/menambahkan ” jgn di tiru ” ….
      soo…di sini ga ada yg ngerasa paling bener atw adu ilmu ataw apapun…

  8. Tetep gak bisa dibenarkan untuk testing top speed hanya dgn satu tangan… hemm cilaka pas lagi ngebut bisa banget get serious injuries… & yg rugi cuman keluarga dekat blogger tsb…
    Dimana-pun kita berkarya.. sing penting selamet no-1…

  9. sekedar usul dari Biker sarungan Mas bro, kalau dikritik dengan bahasa awal tadi tentu terasa songong di hati yang dikritik,siapapun pasti tersinggung, dan timbul kesan hanya cari gara-gara, padahal maksud sampean baik. Belum tentu andaikata sampean berada di posisi YB sementara YB berada di posisi sampean, maka sampean akan terima kritik yang begitu frontal. Ingat mengkritik itu lebih mudah daripada yang dikritik dalam hal penataan hati. Nah kalau dengan bahas seperti ini kan lebih enak dan santun, tak semua orang bisa dikritik dengan frontal, salah-salah maksud hati baik malah menimbulkan celaka bagi dua belah fihak.
    Bicara blak blakan artikel hantu banyak bertentangan dengan agama Islam namun apa saya harus mengkritik “Yudi Bathang Sesat” kan tidak, kita cari konten yang salah kita jelaskan secara halus diartikel kita, colek orangnya, sehingga orang lain yang kita kritik itu tak tersinggung. Persatuan lebih indah daripada saling hujat, kritik itu membangun.
    BTW tetap saya setuju wacana kritik mengkritik, karena tetap semua orang ada salahnya, kita bisa besar karena kritik,kita sering tak sadar dengan kesalahan yang kitalakukan.
    Salam Biker sarungan bin ngisingan, mak dledek!๐Ÿ˜€

  10. ada anekdot di FB,
    Berdasar penelitian jika ada gempa maka yg pertama kali dilakukan
    1. Lari keluar rumah 30 %
    2. Sembunyi dibawah meja 10 %
    3. Berdoa 10 %
    4. Update status 50 %
    Nah untuk blogger bisa jadi juga seperti itu (Gempa diganti kasus, update status diganti update artikel)

  11. seyogyanya mengkritik seseorang adalah dengan diiringi/disertai pula penyampaian kebaikan orang yang dikritik. sehingga yang dikritik agan menyadarinya

  12. Ping balik: Test Offroad HONDA SPACY FI: Handling Mangtappp | RODA 2 BLOG

  13. Kan ada tulisannya di pojok kanan bawah “DONT TRY THIS AT HOME, HANYA DILAKUKAN OLEH PARA AHLI”
    hehehe.. Just kidding bro, colekan untuk menegur adalah hal yg baik..

  14. sebenarnya test ride atau test top speed 1 tangan itu biasa dilakukan bro. Bahkan saat menguji steering damper motor bisa sampe 150 kmjam lepas tangan. itu ada teknik dan riding skillnya. saya rasa blogger yang menguji tersebut pun sudah punya riding skill yang cukup mumpuni.

    hanya saja, budaya *langsung niru* itu masih cukup kental untuk dihilangkan, bahkan pengumuman *dont try this at home – this stunt are performed by profesional in closed area* pun sama sekali tidak di hiraukan.

  15. Sepertinya ada yang aneh dengan url artikel ini, secara judul, judul artikel ini ‘Test Top Speed dengan Satu Tangan, Sangat Berbahaya..Jangan Ditiru..!!’ tapi kenapa alamat url-nya ‘http://cafebiker.wordpress.com/2012/03/21/yudibatang-test-top-speed-dengan-satu-tangan-fenomena-apa-ini/’ sepertinya penulis hanya merubah judul tanpa merubah alamat url

  16. betul mbah, gak ngaruh walaupun ada embel2 kayak gitu. Yang pengaruh itu skill n nyali yg kuat.. Tetap aja tanpa atau dengan postingan mas Yudi tentang test top speed kontroversial tersebut saya jumpai masih banyak orang2 tanpa skill riding mumpuni yang seruntulan sakarepe dewek nunggang motor bahayain diri sendiri bahkan mungkin rider lain jg kena dampaknya..

  17. yg mengkritik bagus punya nilai baik……
    yg dikritik menerima…dan..sdh menerima dgn baik pula…..tdk ada yg disembunyikan diantara kedua belah pihak…hanya saling mengingatkan…poin yg bagus bagi ke duanya….begitupun agama intinya saling menasihati dlm kebaikan dan kebenaran…. ntar jg klo suatu saat kopdaran….mereka akan saling rangkulan khas biker..dgn secangkir kopi dan rokok dlm suasana kegirangan……
    maju trus….wlopun rintangan tetap slalu membayang…….wsslm

  18. Luwih apik maneh 2tangan 2kaki 1speed (becak mode: on)…adem,.ayem,.tentrem. Lha nek sing nggenjot kesel karo laperr??
    Lha yo teruuss maem gudeg.e mbok yem๐Ÿ˜€

  19. URLnya kok beda ama judulnya????
    kenapa gak disamain aja dengan judulnya,
    maaf bukannya saya setuju dengan nyetir 1 tangan dan 1 nya pegang kamera, tapi malah buanyak tuh montir bengkel resmi yg ngetes motor servisan konsumen tanpa pake helm, dan itu pasti dilakukan setiap hari berulang2 tanpa peliputan media, ada juga yg tes sambil lepas setir di jalanan yg kesemuanya itu memang kurnag bisa dibenarkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s