Jangan Jadi Biker Cengeng atau Manja, Mari Kita Pikirkan Juga Nasib Pejalan Kaki..!!!

Marah, mangkel, sampai mengumpat tatkala kita sebagai biker “digoda” oleh pengendara mobil yang seenaknya. Entah jalan kita dirampas oleh mobil atau terciprat air ulah mobil ketika hujan. Rasanya seperti dizolimi oleh driver mobil. Tapi kita sering tidak sadar akibat perbuatan kita sebagai biker. Menaiki trotoar, berhenti di zebra cross ketika lampu merah, sampai kadang kita menciprati pejalan kaki.

Mungkin sudah sifat dasar manusia yang lebih sering melihat ke atas daripada ke bawah. Seperti melihat kekayaan orang lain tanpa pernah bersyukur bahwa dibawah kita masih banyak yang kekurangan. Begitu juga ketika kita dijalan raya, kita selalu melihat kesalahan pengendara diatas kita dalam hal ini mobil, truck atau bus tanpa pernah melihat dibawah kita dalam hal ini pejalan kaki. Paling sering adalah kita berhenti di Zebra cross atau naik trotoar ketika macet.

Padahal, kita semua tahu bahwa Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di pasal 106 ayat (4) menegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan: a. rambu perintah atau rambu larangan; b. marka jalan; c. alat pemberi isyarat lalu lintas; d. gerakan lalu lintas; e. berhenti dan parkir. membatasi daerah kepentingan lalu lintas.

Para pelanggar aturan itu bisa terancam sanksi lumayan serius. Coba simak di UU No 22 tahun 2009 pasal 287 ayat (1) yang menegaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).
(Undang undang copas dari eyang edo)

Oleh karena itu, sebelum kita marah sampai mengumpat ke driver mobil. Alangkah baiknya kita juga merenung apa yang sudah kita lakukan. Apakah kita juga pernah menzolimi pejalan kaki baik sengaja atau tanpa sengaja. Dan alangkah baiknya kalau kita selalu menunduk melihat kebawah. Memikirkan nasib orang dibawah kita, baik itu soal kekayaan maupun nasib ketika dijalan raya. Kita boleh melihat keatas ketika seseorang tersebut berprestasi. Semoga kedepannya kita tidak menjadi biker manja ataupun biker cengeng yang hanya mengeluh karena dizolimi kendaraan roda empat atau lebih. (Ekodeby)

Pict : eyang Edo.

10 thoughts on “Jangan Jadi Biker Cengeng atau Manja, Mari Kita Pikirkan Juga Nasib Pejalan Kaki..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s