Lonceng Kematian P180 Segera Dibunyikan

Akhirnya dugaan dan prediksi artikel saya beberapa bulan lal ” Lonceng Kematian Pulsar 180 Tinggal Menunggu Waktu” mulai terbukti. Kehadiran Pulsar 200ns memaksa Bajaj harus merelekan salah satu produknya disuntik mati aka diskontinyu. Memang meleset sedikit artikel saya beberapa waktu yang lalu, yang menyebutkan Next Pulsar berkubikasi 150cc. Akan tetapi aura sport eropa pada Next Pulsar memaksa menggusur produk Bajaj yang lebih dulu ada.

Ada 4 faktor kenapa Pulsar 180 harus disuntik mati. Pertama, Pulsar 135 menyumbang penjualan tertinggi dari ketiga varian Pulsar. Jadi nggak mungkin Pulsar 135 yang dikorbankan. Kedua, Pulsar 220 baru rilis, masak mau disuntik mati
secepat itu. Melihat umur dari ketiga varian pulsar rasanya Pulsar 180 lah yang paling tua dan logis jika sudah diregenerasi. Ketiga, soal desain (walaupun desain itu relatif). Dibandingkan desain P135 atau P220, desaian P180 lah yang terlihat “tua”. Jadi sangat pantas Next Pulsar
yang akan menggantikan P180. Keempat, faktor cc. Rasanya 150 atau 200cc lebih familiar ke mindset konsumen kita daripada 180. Lain dengan kelas 130an, sudah ada pendahulunya seperti MX.

Jadi sangat wajar apabila Pulsar 180 didiskontinyu meski akan menyakiti hati konsumen. Untuk Pulsar 220 sendiri Bajaj akan memutuskan dalam 6 bulan kedepan apakah akan ikut disuntik mati atau tidak. Tapi menurut hemat saya, untuk P220 rasanya masih lama. Karena rumor P200 fairing tidak akan menganggu P220 itu sendiri, karena besar kemungkinan harga yang diatas P220. Yang paling penting buat konsumen sekarang jangan sampai Bajaj ikut mendiskontinyu sparepartnya saja😉 .

Posted with WordPress for BlackBerry.

25 thoughts on “Lonceng Kematian P180 Segera Dibunyikan

  1. Smoga bajaj indonesia segera beri garansi ketersediaan sparepartsnya, tega banget baru beli p180 dah disuntik matek. nehi nehi

  2. Pulsar P 180 siap2 jadi barang rongsokan kalo setelah di discontinue ketersediaan sparepartnya gak disediakan oleh BAI lagi,maklum pesimistis lha wong yang masih dijual di showroom aja susah cari onderdilnya.Gimana yg gak dijual lagi…………………………………..?

  3. klo soal model,,, ane suka P180 atau P200,,,

    klo P135,,,kesannya gimana gitu,,,,cungkring n desain stop lamp gak eyecatching

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s