Pelajaran Dari Kasus Vario Sutekno

Confirmed Vario sutekno disuntik mati, itulah yang sekarang banyak menghiasi media otomotif termasuk blogsphere sendiri. Banyak yang kecewa, tentu. Banyak yang heran, tentu. Dan banyak yang gembira, tentu juga. Kecewa karena baru beberapa hari beli sutekno eh ternyata sudah keluar yang baru. Banyak yang heran karena Vario sutekno penjualannya tinggi setelah Honda Beat, tapi kok disuntik mati. Banyak yang gembira karena sudah lama menunggu Vario 125 tersebut. Yang dikuatirkan mahal ternyata Honda membuat kejutan dengan membandrol dibawah prediksi harga yang sempat beredar.

Cukup fenomenal memang kemunculan Vario 125 tersebut. Bagaimana tidak, dengan body yang cukup apik, spesifikasi mesin yang katanya sanggup melaju 120-126 kmpj (buat apa nonjolin top speed, secara ini matic. Apa mau ngajari kebut kebutan), klaim bahan bakar yang irit 67,8 kmpl (irit lahwong ngetestnya dijalanan yang lempeng, nggak dijalan yang macet. masak kita nanti makainya di jalanan yang lempeng juga) sampai test Vario 125 dengan touring yang kemungkinan pesertanya tidak jeli apakah kalau ada apa apa dicover asuransi jiwa tidak.

Tapi masalah desain saya mengakui Vario keren, cukup value lah Vario 125. Tapi disini tidak akan membahas seluk beluk Vario 125, melainkan pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus terbunuhnya sutekno. Mungkin bagi penggemar bola masih ingat tidak kasus tersingkirnya Raul Gonzales oleh CR7. Semua sepakat bahwa Raul adalah ikon Madrid, tapi karena kedatangan CR7 yang lebih segar dan lebih ber skill dan menuntut memakai nomer 7 kepunyaan Raul, dengan berat hati Madrid mengabulkan permintaan tersebut. Ujung ujungnya Raul akhirnya cabut dari klub yang membesarkan namanya.

Kesimpulannya, sehebat apapun skill anda bukan menjadi jaminan anda akan bertahan ditempat anda. Mawas diri dan selalu update ilmu maupun wawasan kunci kita bisa bertahan, dan jangan sombong. Jangan lupa juga, selalu siapkan plan A, B sampai C jikalau ada hal hal yang diluar perkiraan kita.
Semoga bermanfaat.

22 thoughts on “Pelajaran Dari Kasus Vario Sutekno

  1. ini strategy, smart!
    konsumen peng-indent vario techno 110 digiring ke techno 125 dgn harga beti, fitur wah! penetrasi yg cepat utk produk injeksi. sekaligus memasyarakatkan techno 125 dgn cepat, infonya indent techno 125 sudah banyak, pdhl itu peng-indent techno 110 yg dialihkan ke produk baru

    bayangkan jika techno 125 melengkapi techno 110, prosesnya bisa 2-3X lbh lama:mrgreen:

  2. Ping balik: yamaha mio FINO di parkiran « PERTAMAX GAN____________________________________________________tapi belinya cuma premium

  3. kmren2 ane baca berita2 di dunia maya (bukan blog) kehadiran vario injeksi dan kematian vario techno, hampir kebanyakan yg kecewa karena baru beli vartech tapi udah nongol yg baru vario injeksi dengan “banyak” fitur😀. kasian tp ya mau gimana lagi mereka yg jualan konsumen jadi “korban”

    ato mesti lapor YLKI😀😀

  4. mengikuti perkembangan jaman,selalu update agar jd lbh baik..itulah yg harus kita lakukan agar tetep kumpetitip..kecuali emang ud waktunya pangsiun..hehe
    mantap mas cb,hikmah yg luar biasa panjenengan sharing kpd pembaca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s