Celoteh Wakil Menteri..

alex.jpg

Bro/sist sekalian yang berbahagia, Semiloka Pengembangan Program Aksi Keselamatan Pengendara Sepeda Motor yang dihadiri mulai dari wakil mentri sampai rektor Unbraw meninggalkan catatan tersendiri bagi CB. Ketika semua narasumber tampil, ada salah satu narasumber yang cukup menghidupkan suasana acara menjadi segar. Adalah wakil mentri perindustrian Bapak Prof. Dr. Alex S. W. Retraubun, M. Sc yang sangat bersemangat menyampaikan pemaparan mulai dari pesatnya jumlah populasi sepeda motor hingga dilemanya kementrian industri antara mengehntikan produksi sepeda motor yang semakin banyak atau terus memproduksi sepeda motor. “Mau bapak yang mati duluan atau mama yang mati duluan, atau dua duanya mati” ungkap pak mentri disambut gelak tawa seisi ruangan.

Tapi ada satu hal yang menggelitik batin CB, ketika pak wakil Mentri memaparkan bahwa beliau juga pernah menerobos jalur busway. Ketika terjebak macet, pak mentri menyuruh sang sopir untuk menerobos jalur busway ” sudah kau terobos saja jalur itu, nanti kalau ditilang polisi, bilang saja wakil mentri mau lewat” kata pak wakil mentri. Dan ketika “tertangkap”, seringkali pak polisi melepaskan pak mentri/pejabat untuk terus jalan.

Alasan pak wakil mentri sih karena rapat di Istana kurang 15 menit lagi sehingga harus mengejar waktu. Bagi CB, selama bukan ambulance atau sesuatu urusan yang sangat penting aturan yang dibuat bukan untuk dilanggar sekalipun itu menteri. Kalau rapat istana sangatlah penting, pak wakil mentri pasti didampingi oleh patwal atau voojrider.cmiiw. Dan perbuatan pak wakil menteri tersebut tidak mencerminkan “pemimpin” yang bijak dan taat aturan. Efeknya bisa menimbulkan kecemburuan sosial sebagai sesama pengguna jalan. Dan bisa menanamkan mindset bahwa pejabat bisa seenaknya melanggar aturan.

Suatu contoh didalam toilet, sudah ditetapkan bahwa satu toilet untuk pria satunya lagi untuk wanita. Masak dengan kedudukan yang dimiliki bisa masuk toilet wanita. Nggak sopan kan. Begitu pula jalur busway dan jalur umum. Sudah jelas jalur busway ya untuk busway, jalur umum untuk kendaraan selain busway masak mau dilanggar, nggak sopan juga kan.

x2_14455141_2.jpg

Dan itu diperparah dengan oknum aparat penegak hukum yang mengamini sesuatu yang sudah jelas jelas salah hanya karena kalah jabatan atau kedudukan. Tapi di akhir cerita, sang wakil mentri berceloteh hanya takut kepada wartawan. “kalau ada polisi jalan saja terus, asal nggak ada wartawan saja. Bisa repot urusan kalau sama wartawan”. Lantas kalau begitu, apa para wartawan dikasih tugas tambahan selain jadi pencari berita juga menjadi polisi lalu lintas yang bertugas mengawasi pejabat yang melanggar aturan jalan raya. Aneh toh..???

Mungkin kasus seperti ini sudah pernah terjadi sekitar mei 2010 ketika menteri sosial Salim assegaf melanggar jalur busway, dan pernah meramaikan jagat dunia maya maupun media. Tapi melihat celoteh sang wakil mentri yang masih saja melanggar aturan rasanya, menimbulkan ironi tersendiri. Bagaimana tidak, ditengah gencarnya kampanye safety riding terutama bagi pemotor, sikap pejabat kita masih sering melanggar. Dan itu bisa “ditiru” oleh pengendara lainnya. Padahal berdasarkan hasil semiloka kemaren sudah sangat jelas bahwa untuk mengurangi angka kecelakaan adalah tanggung jawab semua pihak. Ingat kecelakan bisa berawal dari pelanggaran lalu lintas.

Posted by Wordmobi

17 thoughts on “Celoteh Wakil Menteri..

  1. Itulah potret ironi jalanan di Endonesa. Sayah yakin jika pemerintah ndak ngambil tindakan tegas mengenai membludaknya jumlah populasi kendaraan pribadi, serta melakukan pengadaan perbaikan transportasi masal yang memadai, hanya satu jawabannya, rakyat kecil lah yang lagi-lagi jadi korban keadaan. Lha wong buktinya sudah kongkrit kok, ndak sedikit masyarakat kelas menengah bawah udah teracuni akan pola hidup komsumtif akan sampah otomotif. Itu sebabnya apa? ya jelas, karena pemerintah sendiri ndak mampu memberikan pelayanan manusiawi akan transportasi massal.

    Tapi kadang seperti makan buah semalakama juga sigh, jika mematikan ato membatasi industri otomotif disini sama juga membunuh nyawa orang2 yang terlanjur menggantungkan hidup dari dampak negatif membludaknya kendaraan pribadi.

    Kalo sudah gini, bangsa ini bagekan mengindap penyakit tumor ganas yang kian waktu menggerogoti kehidupan bangsa. Tinggal gimana kemauan sipemilik tubuh untuk menghilangkan tumor tersebut.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s