Fenomena Meminang Motor, Belum Nikah Tapi Sudah Berpikir Cerai..??!!

motor-bekas.jpg

Bro/sist sekalian yang berbahagia, menarik sekali kalau kita ngobrolin fenomena perilaku konsumen roda dua. Dimana harga jual kembali menjadi pertimbangan utama bagi mayoritas konsumen. Motor dengan harga jual kembali yang tinggi selalu mendapat tempat dihati konsumen. Nggak salah sebenarnya, tapi kok terasa janggal. Ibaratnya belum nikah tapi sudah memikirkan cerai.

Bagi konsumen yang memikirkan harga jual kembali mungkin buat jaga jaga ketika butuh uang cepat motor investasi mereka berupa motor cepat laku dan masih bernilai tinggi. Dengan sudut pandang seperti ini, membeli sebuah motor seperti berinvestasi. Padahal kalau dilihat dari sudut pandang yang lain, sebenarnya motor bukanlah investasi. Lha wong nilainya pasti turun kok disebut investasi. Investasi yang benar seperti tanah, emas atau usaha real.

meningkatkan+investasi.jpg

Apakah salah kalau CB bilang, investasi dari sebuah motor tidak lebih dari suatu pembenaran diri dari perilaku konsumtif. Kalau memang motor sebagai kebutuhan seharusnya konsumen sudah siap kala harga jual jatuh. Mungkin juga banyak dari konsumen akhirnya membeli motor tidak sesuai keinginannya, sebenarnya pingin motor A yang pas dengan konsumen tapi karena harga jualnya jatuh akhirnya memilih motor B.

sudah-bercerai.jpg

Hemm..rumit memang permasalahan di tanah air. Disatu sisi sangat relaistis jika memperhitungkan harga jual kembali, disisi yang lain kok aneh belum nikah kok sudah memikirkan bercerai. Kalau menurut bro/sist semua, beli motor memikirkan harga jual kembali nggak..??

Posted by Wordmobi

59 thoughts on “Fenomena Meminang Motor, Belum Nikah Tapi Sudah Berpikir Cerai..??!!

  1. usia motor bertambah semakin banyak masalah, dan butuh dana besar untuk rekondisi. mending beli motor baru daripada rekondisi motor lama.
    itu juga jadi pertimbangan loh terutama untuk motor harian. kalo motor hobi lain cerita

  2. menilai pasar memang butuh keahlian dan kejelian khusus …
    fitur canggih bkn jaminan harga jual tinggi
    kembali lagi ke diri sendiri niAT untuk meminang motor untuk apa

    namun kembali lagi ke prinsip dasar ekonomi
    gas butuh di betot
    dapur jga harus mengepul
    perut harus di sumpal biar tidak bernyanyi

  3. Ane beli motor untuk dipakai, sebisa mungkin jangan dijual meskipun sedang kepepet …. cari motor yang gampang dimodif tanpa banyak perubahan rangka standard motor, jadi 5-8 tahun mendatang tuh motor masih enak diliat

  4. mungkin saja orang menganggap harga jual kembali adalah ‘nilai sesungguhnya’ motor tersebut. belinya mahal, tapi ‘nilai sesungguhnya’ murah ya gak pantes dibeli..

  5. motor dengan harga jual jatuh? itu favorit ane..
    Duit 10jt bisa dapet scorpio 2005 (semprot 19hp gitu loh), duit 45jt dapet N250 yg udah modif sampe abis belasan..
    motor begini biasanya dijual dalam kondisi KM sedikit, bukan motor cape..

  6. untung aq gak memikirkan harga jual…laku brapa nanti ga jadi masalah meskpun ga laku sekalipun…yang penting nyaman dipakai, mesin awet…gak gampang oblak terutama….

  7. Saya pikir tidak ada yg mau beli motor utk investasi kecuali pedagang atau beli motor antik (koleksi). Tapi jujur saja jika terpaksa jual motor dan ternyata harganya ambless ya nyesek juga. Apalagi jika tidak ada harganya alias ga laku dijual.
    Kalo semua konsumen tidak mikir harga jual kembali pasti yg lebih untung produsennya, karena point itulah yg paling sulit diprediksi dan perlu usaha keras agar image terbentuk dan terjaga. Harga jual tinggi pasti ada sebab musababnya tidak cuma karena fanatisme thok thil. IMHO

    • menurut saya ya, klo semua org tidak memikirkan resale value, justru produsen yang rugi..
      Resale value tinggi disebabkan oleh harga motor / mobil baru yang terus2an dinaekin…
      klo harga terus naik sapa yg diuntungkan ?
      PDG ? user ?
      Betul mrk mendapatkan keuntungan akan tetapi justru yang paling diuntungkan adalah Produsen😉
      disinilah pinternya “kerja keras membangun image” produsen untuk mengajak pdg dan user bermain bersama..
      Klo begitu siapa yg dirugikan?
      Ya org2 yang belum memiliki kendaraan dan pembeli mobkas
      duit 200 jt cuma dapat kembar kaleng..
      amrik aja yg “makmur” 250jt dapat prius😆

      • sudut pandang bro kompor bisa juga benar. saya cuma coba lihat dr sudut pandang lain, salah satu faktor produk resale valuenya tinggi pasti karena ada kelebihannya, ga mungkin konsumen bodoh2 amat secara massal dan kenapa masyarakat indonesia masih mempertimbangkan itu karena disini tidak ada pembatasan usia kendaraan dan uji emisi juga tidak ketat beda dg negara maju. sehingga kalo di luar negeri kendaraan yang sudah berusia lama perlu banyak perawatan dan biaya agar lolos uji, Jadinya buat apa mikirin harga jual wong beli baru lebih jatuhnya bisa lebih murah. Tapi ini cuma sudut pandang saya lho.

      • justru kemungkinan itu realita idupnya bro😉
        pernah dengar yg namanya piramida makanan klo di biologi😆
        walaopun aye kurang setuju dengan bodoh massal, cuma dibodohin secara massal😆
        jadi lebih banyak yg dibodohi daripada yg membodohi kira2 begitu😈

  8. seneng deh sama cak cb,, motor ya dipakai
    mau investasi ya tanah rumah emas atau wirausaha…like this
    aku beli motor yang durability nya jempolan, gag urusan resale value

  9. klo kata babeh ane sih . . .
    beli motor ataw mobil takut harganya jatoh, ya beli emas aja . . .
    (klo takut boros, jalan kaki aja😀 )

  10. kawin kontrak kali. sebagai user bukan pedagang, motor ya buat dipakai bukan buat dijual kembali, klo butuh duit kan ada pegadaian, menyelesaikan masalah tanpa masalah, hehe, peace bro

  11. kalu menurut saya,harga jual kembali itu penting,,,kenapa?karena motor yg kita pakai bukan utk selamanya,kalau saya paling pakai 3-4 tahun pakai jual lagi dan ganti yg baru,nah contoh motor yg kita beli baru dgn harga 17 jt baru,pakai 1tahun tp nilai jual kembali cuma 10 jt,apa nggak klenger koen bagamana kalau sampai 3-4 tahun,,,jadi menurut saya nilai jual kembali itu penting

  12. beli yg disukai aja, kalo dah bosen langsung dicerai, beli lagi model baru yg disuka.
    lebih baik hobi ganti motor daripada hobi ganti istri hehehe

  13. WAW JOSS CERDAS tenan artikel ini… Walau saya belum pernah jual motor, tapi merasa tertohok juga sama artikel ini.. Joss tenan, dalem bgt kena-nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s