Hadehh…Ketika Perasaan Membunuh Logika..!!!

logika_dla_opornych.gif

Bro/sist sekalian yang berbahagia, mungkin kita sudah sering sengar istilah wanita lebih mengutamakan perasaan daripada pikiran/logika, sedangkan pria lebih mengutamakan pikiran/logika daripada perasaan/emosinya. Tapi apakah istilah tersebut benar adanya. Ok mari kita telaah ala kadarnya khas warung kopi. Dan disini kita lebih membahas sisi prianya saja dan konteksnya dalam dunia otomotif. Kalau kita cermati sebenarnya istilah pria lebih mengutamakan logika daripada perasaan tidak sepenuhnya berlaku. Kenapa bisa seperti itu.

Coba bro perhatikan kalau kita lagi dijalan, seringkali kita dibuat emosi dengan ulah pengendara lain. Dan reflek dari kita adalah meladeni pengendara yang sruntulan tadi. Kita dipotong, sebisa mungkin kita mengejar dan memotong balik, bahkan ada yang sampai ribut. Apa itu tidak bisa dikatakan mengutamakan emosi daripada logika. Logikanya kalau kita dipotong lalu kita balik motong kan bisa membahayakan diri kita sendiri sekaligus orang lain. Jelas jelas kalau kita meladeni ulah pengendara sruntulan bisa panjang urusannya. Lalu apa kita diam saja kalau kita “diintimidasi” pengendara sruntulan. Bagi CB selama itu tidak sampai mencelakakan kita ya biar saja, harus sabar memang. Tapi logikanya kalau kita bersabar urusan tidak akan jadi panjang.

modifikasimotorvixion08_2.jpg

Ada lagi contoh, ketika biker memodif kendaraan yang tidak mengutamakan safety seperti penggunaan ban kecil. Mereka lebih mengutamakan nafsu atau perasaan ingin dipuji sehingga mengindahkan faktor keselamatan. Padahal logikanya penggunan ban kecil sangat berbahaya bagi kita. Belum lagi ditambah penggunaan strobo dan semcamnya. Hanya karena menuruti perasaan agar lebih keren mereka lupa bahwa strobo dan semacamnya dilarang.

Boleh kita memodifikasi motor kita, tapi seharusnya kita lebih mengutamakan logika daripada perasaan. Coba bro lihat, masih banyak kok biker yang memodif tunggannya tanpa mengindahkan keselamatan, menggunakan ban lebih besar, atau penambahan fairing dan masih banyak lagi modofikasi keren dan masih mementingkan safety. Dan masih banyak juga perilaku pengendara yang sopan dan sabar dijalan dengan mau mengalah. Mereka saja bisa masak kita tidak bisa. Buktikan bahwa Pria lebih mengutamakan logika daripada perasaan.
Semoga bermanfaat.

Posted by Wordmobi

21 thoughts on “Hadehh…Ketika Perasaan Membunuh Logika..!!!

  1. bro perasaan juga penting, mungkin malah yang ga safety ga punya perasaan peduli terhadap keselamatan pengguna jalan lain, jadi dah ga punya pikiran ga merasa bersalah lagi, peace bro.

  2. tapi kadang ada yg gak mau disalahkan…
    sebagai contoh, ada teman kerja yg motor matiknya dikasih ban + pelek kecil, dek & body depan dilepas, lampu sein pake warna biru..
    udah coba dibilangin & ditunjukin ke jalan yg benar, tapi malah tetep cuek…
    “terserah aku toh. ini motorku sendiri kok”..
    repot kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s