Antara Gengsi, Motor Murah dan Pertumbuhan Ekonomi..

122528_motor-sport-honda-100cc_300_225.jpg

Bro/sist sekalian yang berbahagia, kalau kita menengok ke motor motor di negeri India reflek kita pasti tertuju pada motor sport yang bagus bagus. Seperti R15, Bajaj Pulsar, TVS, Honda CB 300, CBR 250 sampai yang akan keluar Duke dan CBR 150. Tapi selain motor middle dan premium, India juga merilis motor murah. Seperti yang dilakukan Honda India yang merilis sport seharga 7 jutaan pun begitu Yamaha India yang berencana ikut merilis motor murah.

Lantas kenapa di Indonesia para raksasa jepang tidak ikut merilis motor motor murah. Tarulah dibawah 10 jutaan, kenapa dibawah 10 juta. Karena angka psikologis motor bisa dikatakan murah adalah dibawah 10 juta.Cmiiw. Melihat karakteristik kinsumen kita yang lebih mengedepankan gengsi sangat sulita motor murah bisa berbicara banyak. Belum lagi harga motor seken dibawah harga 10 juta masih sangat laik untuk dimiliki. Dengan uang 8 juta kita masih bisa dapat motor jepang yang kualitasnya masih bagus.

eiwk29vaqw.jpg

Dan faktor yang paling besar motor motor murah tidak bisa berkembang adalah, dengan uang 500rb kita bisa membawa pulang Suzuki Titan. Atau uang 1,5 juta bisa bawa pulang Pulsar 135. Itu diperkuat berita jawapos edisi 5 januari 2011 di kolom opini yang berjudul konsumtifisme kelas menengah ( kalau gak salah, maklum baca di warung dan hp CB charge dirumah:mrgreen: ) bahwa ekonomi Indonesia masih akan terus naik sampai tahun 2030. Dan yang paling menarik adalah statement “goodbay china, welcome Indonesia”. Wow…

Belum lagi trend yang berkembang saat ini, selain suami, istri juga ikut bekerja guna menopang ekonomi. Logika dasar saja, kalau mereka berkeinginan untuk beli motor, gaji istri bisa buat cicilan motor, sedangkan gaji suami buat kebutuhan sehari hari. Faktor kualitas juga ikut mempengaruhi. Para raksasa jepang tidak berani gambling merilis motor murah tapi kualitas buruk, image yang dibangun selama ini bisa runtuh akibat ulah motor murah.

1318325030901139197.png

Dan kalau mendengar banyak pakar ekonom menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia diprediksi bakal terus tumbuh, bisa jadi menguntungkan motor kelas mid end. Walaupun masih banyak saudara kita yang miskin, tapi yang semakin baik ekonominya juga bertambah. Kalau di industri otomotif, tahun ini banyak rekor penjualan tercipta. Motor sport kelas premium juga semakin banyak. Dengan masyarakat yang sangat konsumtif, Indonesia merupakan lahan subur bagi pebisnis.

Posted by Wordmobi

34 thoughts on “Antara Gengsi, Motor Murah dan Pertumbuhan Ekonomi..

  1. Menurut ane,
    gaji istri biarlah buat istri dan orang tuanya,
    jika ada yg buat kita, itu hanyalah sodaqoh.
    Jika gaji kita para suami kurang, buat cicilan dan biaya hidup minimal, barulah kita (suami) yang mengemis pada istri,
    sekalipun itu cicilan motor(dll) buat kesenangan istri.
    Istri kita udah lelah, urus anak, urus rumah, urus suami + kerja pula. Trus penghasilannya masih diambil juga…. ;( sebisa mungkin janganlah…. Imho

      • Memang, rata2 seperti itu, maka dr itu, sebagai orang yg mengerti…
        Marilah kita mulai dr diri sendiri..
        Menjaga agar tidak konsumtif agar penghasilan kekasih,bidadari kita tidak diganggu…. 😀

  2. “Belum lagi trend yang berkembang saat ini, selain suami, istri juga ikut bekerja guna menopang ekonomi. Logika dasar saja, kalau mereka berkeinginan untuk beli motor, gaji istri bisa buat cicilan motor, sedangkan gaji suami buat kebutuhan sehari hari”
    cerita siapa ini…???

  3. numpang ngasi pandangan ah:
    sulitnya karena perbedaan fungsi dari motor itu sendiri.. jika di negara maju moped bike = motor kurir, di negara2 seperti vietnam, filipin dan indonesia moped bike bisa jadi motor kurir sekaligus fashion bike sekaligus motor balap sekaligus lain2nya.. di kala di negara maju ga terlalu peduli dengan fitur ‘motor kurir’ (yg pnting ga cepet ambrol dan bisa dipake, velg cast atau spoke wheel gajadi masalah), di negara2 seperti vietnam dan indonesia fitur dan inovasi moped bike adalah krusial..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s