Ibadah yang Seringkali Dilupakan Ketika Touring…

shollu.jpg

Bro/sist sekalian yang berbahagia, kegiatan touring merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan bagian mayoritas biker. Dan mungkin bagi biker, rasanya belum lengkap kalau dalam hidup ini tidak pernah merasakan yang namanya touring walaupun jarak tempuhnya nggak sampai ratusan kilo. Tapi ada satu hal yang sangat penting yang sering dilupakan tatkala kita melakukan touring yakni Ibadah.

Bagi saudara kita yang muslim, sholat adalah hal mutlak dan sudah menjadi kewajiban. Dan dalam sehari umat muslim diwajibkan ibadah 5 waktu dalam sehari. Tentunya dikala touring ada dimana waktu yang harus menuntut muslim untuk beribadah. Sebenarnya banyak biker yang melewatkan kewajibannya karena faktor sungkan. Tidak bisa dipungkiri memang, dalam rombongan touring biker banyak macamnya. Dari yang non muslim, islam KTP sampai yang benar benar Islam.

touring.jpg

Dan seringkali biker yang taat menjamak Sholatnya karena sungkan kalau mengajak berhenti. Kalau taat kok nggak langsung ngomong saja? Disinilah kebijakan kita dituntut, biker juga bermacam macam karakternya, ada yang tegas sampai ada yang manut. Untuk itu, CB cuman mengingatkan kepada rekan rekan biker. Mari kita saling menghargai sesama biker.

Mungkin untuk yang menjabat ketua, atau RC (road captain) waktu touring untuk berhenti sejenak ketika sudah waktunya ibadah. Menawarkan barangkali ada yang mau beribadah, kalau ada ya harus berhenti. Kalau dalam rombongan touring tidak ada yang beribadah, ya monggo lanjut..
Semoga bisa menjadi bahan renungan untuk CB sendiri maupun rekan rekan biker.

Pict 1 : buchorinews.wp.com
Pict 2 : blogs.itb.ac.id

Posted by Wordmobi

32 thoughts on “Ibadah yang Seringkali Dilupakan Ketika Touring…

  1. menjamak (dan menqashar) sholat itu “fasilitas” seorang musafir, bukan karena sungkan atau keterbatasan waktu masbro. jangan disalahin yaaa…

  2. IMHO, touring itu bisa disamakan dengan safar, menjadi musafir, jadi rasanya memang shalatnya harus dijama’-qashar……

    • Imho juga, dijaman sekarang bias kalau touring kita sebut musafir. Soalnya jelas jelas kita bisa berhenti sholat.beda lagi kalau kita naik bis atau kereta. itu bagi saya sih, tapi kalau menurut sampean touring bisa disebut musafir ya monggo🙂

      • masbro, yang namanya musafir itu orang dalam perjalanan.. ga peduli (1) naek pesawat, bis, kereta, mobil, motor, onta, gajah, dsb…😀 atau (2) sempit atau luangnya waktu di perjalanan..
        jadi jamak/qashar itu memang sudah haknya musafir.. lha kalo naek pesawat/kereta yang ga bisa berenti sholat ya sholatnya di tempat duduk masing2 (dan boleh dijamak pula)..
        lebih aafdhol lagi coba buka2 kitab fiqih

      • Ane setuju dngan cb.
        Kalo bisa ga dijamak, kenapa kita harus menjamak.
        Allah sayang sama kita, maka jika bisa tidak ditunda(jamak) jangan dijamak.
        Apakah brother mau, jika ni’mat Allah dijamak juga…. Misalnya jika kita sakit sembuhnya nanti aja, jika udah bentar lagi mau mati.
        Jangan bro….
        Sebisa mungkin jangan tunda sholat….
        Jika tidak ingin ditunda olehNya….

  3. leres om, ngibadah niku penting amargi dawuh saking Gusti Allah. . Jd, wlo lg touring te2p hrz sholat bagi muslim (sekalian berdoa mhon keselamatan unt perjalananny)🙂

  4. Maaf bukan mau nyela, tapi kalau di rute perjalanannya banyak masjid dan kita dengar azan, dan kita bisa mampir di situ kita harus shalat, tp kalo naik kapal apalagi ga keliatan mesjid ya gpp di jama atau di qodho sekalian. Yg penting niat dan solatnya…insyaalah lebih baik daripada yang ngga solat hehehe….

  5. bener banget, peringatan neh.. bawaanya males klo ibadah, dirumah apalagi..
    maafkan hambamu ini ya Allah..

    klo RC haji mngkin bs terjadwal..:-D

  6. Kalo touring pake motor masih di indonesia sih gampang aja cari mesjid dipinggir jalan.
    Beda lho musyafir (apalagi musyafir jaman nabi) sama petouring,dari alat yg digunakan berbanding jarak tempuh trus rute yg dilalui
    Salam🙂

  7. sebenernya sih tergantung niatnya aja Om.
    menjama’ sholat kan hanya sebagai peringan ibadah Kita, maksudnya gini…
    kalo Kita lagi dalam perjalanan jauh (entah itu Touring By mongstor atau by Bus) dan tidak menemukan masjid, maka diperbolehkan untuk menjama’ waktu sholat sampai ketemu masjid.
    itu pun juga ada waktu2nya. Zuhur digabung ke Ashar, Maghrib digabung ke Isya.
    ga bisa sembarangan menjama’ sholat.
    nha, kasusnya beda lagi kalo Kita touring by mongstor.
    biasanya kan Kita ngelewatin banyak masjid dan RCnya (mungkin) mempersilakan Kita untuk beristirahat / sholat, kenapa juga ga langsung solat pada waktunya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s