ATPM Semakin Banyak, Semakin Terjajahkah Mindset Kita..???!!

kanzen.jpg

Bro/sist sekalian yang berbahagia, satu demi satu pabrikan bertransmigrasi ke tanah air tercinta. Dimulai dengan Jepang yang sudah “menjajah” mindset kita sedari dulu, dan kini semua ikut berbondong bondong melihat “jepang” bermandikan keuntungan disini. Mulai dari China, India, Austria (yang walaupun “diseret” india), sampai Italia. Bahkan motor motor premium pun berbondong bondong melebarkan sayapnya di tanah air tercinta, seperti Ducati yang semakin lebar sayapnya.

Kabar terbaru Benelli yang juga berasal dari Italia pun mencoba peruntungan di “surganya” pasar otomotif dunia. Mungkin bagi atpm asing, Indonesia seperti “surga” nya para konsumen yang sangat konsumtif. Seperti dilansir dapurpacu, Benelli akan memasarkan 3 sport dan juga berencana memasarkan skutik. Bahkan Benelli berani membuat pabrik untuk perakitan produknya di Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, secara logika jualan apapun disini berpeluang besar laku. Dan itu terbukti, Ducati yang harganya bagi orang awam tidak masuk akal saja laris bak kacang goreng. Bahkan jumlah Dealer resmi akan bertambah menjadi enam dealer ( jakarta, bandung, surabaya, makassar, bali dan terakhri jogja )cmiiw.

benelli_pepe.jpg

Sebenarnya ada efek positif maupun negatif dengan fenomena seperti itu. Positifnya adalah, jika Pemerintah peka, maka tidak sulit rasanya membuat motor nasional. Seperti artikel CB sebelumnya disini . Masak di Industri otomotif tidak ada yang dibanggakan sama sekali, seperti Bajaj di India. Dan untungnya itu sudah dimulai dengan mobil SMK, tinggal roda 2 saja yang belum bisa dibanggakan.

Tapi efek negatifnya adalah, dengan hadirnya atpm asing bangsa kita semakin terjajah mindsetnya. Sampai produk asing dibanggakan sampei segitunya. Dengan kita sangat bangga dengan tunggangan kita saat ini, secara tidak langsung Mindset kita dinjak injak oleh mereka. Kalau bicara kasar kasaran nih ya, mending dijajah bangsa sendiri daripada bangsa asing. Mending kita “mengkayakan” orang indonesia daripada mengkayakan orang asing. Karena jelas prosentasi keuntungan yang didapat dibawa ke negara asal atpm.

138394_mobil-dinas-jokowi-rakitan-anak-smk.jpg

Apa sebegitu “katrok” kah produk kita, sampai sampai kebanyakan dari kita malu dengan produk dalam negeri. Ataukah Pemerintah yang mengajarkan bahwa produk asing lebih baik daripada kita. Memang banyak faktor yang menyebabkan semua ini terjadi. Yang jelas untuk menghadapi situasi yang kompleks seperti sekarang, kita dituntut untuk bijak. Pilih produk yang sesuai kebutuhan kita dan keadaan kantong kita. Tapi kalau sampeyan pengen Ducati, Kawasaki ER6 yah monggo monggo saja, keputusan mutlak ditangan sampean. Lagian Indonesia “tidak bisa” (sebenarnya bisa tapi males) buat Ducati atau Kawasaki ER6:mrgreen: . Last, kapan kita punya kebanggaan seperti Bajaj di India atau kalau bisa Ducati di Italy..???hemm…

Posted by Wordmobi

38 thoughts on “ATPM Semakin Banyak, Semakin Terjajahkah Mindset Kita..???!!

  1. yg sudah pasti jika memang di kita sudah bisa membuat engine (bener2 buat sendiri) sisanya tinggal quality control, design dan finishing. salah satu yg perlu diperhatikan juga adalah target market dan segmentasi market, ini yg sering dilupakan. tanpa target market yg jelas sebuah produk jadi ga punya arah yg jelas akan dilempar ke mana. setelah target market yg sudah jelas adalah branding, dari pandangan saya si langkah awal digunakan oleh satuan2 yg membutuhkan kendaraan seperti para tentara, satuan gegana, polisi militer atau untuk R4 mungkin rumah sakit (ambulance) dll, jangan langsung dilempar ke public market. dari situ biar terbangun sedikit2 branding sesuai yg diinginkan seperti contohnya ingin memproduksi motor garuk tanah yg ingin mencirikan kokoh bisa digunakan oleh para militer2 dsb..

    anyway, itu cuma pandangan looh, jika langkah awal gabisa dilakukan (quality control, finishing dll), lebih baik terima saja apa yg foreign company tawarkan (dengan control tentunya baik secara quantity dan quality) tetapi dari kita pun harus bisa export sesuatu yg lain di luar industri motor yg -+ juga besar bagi market luar.. istilahnya untuk mengimbangi economic&consumption cycle negara..

  2. Pemerintah itu niatnya dagang mas, bukan mensejaterakan rakyat, kalau banyak motor dari luar kan pajaknya juga gede dan untungnya juga gede, lihat aja pajak motor tinggi banget. kasihan rakyat indonesia, mereka udah di jajah belanda, jepang sekarang di jajah pemimpinnya lagi, andai saja kanzen segera di urus secara benar, atau mungkin kalau ngurus kanzen untungnya dikit kali ya. ini bukan negara Indonesia, ini PT Republik Indonesia

  3. 2 thumbs up buat Cafe Biker.

    Menurut saya ada 3 faktor utk industri otomotif.

    1. Dibutuhkan Seorang yang cerdas, muda / idealis.

    Dulu ada Binter (Bintang Terang) th 80-an dengan arsitek pak Subronto Laras waktu itu.
    Beliau lulusan Inggris dan pintar. Produk Binter Merzy 200cc (motor sport cc terbesar saat itu), AR125 (sport monosok & radiator), Binter Joy (bebek suspensi teleskopik pertama).

    Jepang lgsg menggaet dengan Suzuki nya / Indomobil.
    Negara maju apapun akan merekrut orang2 brilian yg akan menjadi pesaingnya.

    Sekarang Dibuthkan Orang Cerdas Idealis & Dukungan sumber Dana.

    2. Segi pemerintah / pejabat (biasanya mengutamakan investor / rekanan yg royal duit)
    Bukan rahasia umum (karena ane kadang berhubungan dg instansi pemerintah).
    Setiap calon Dirjen (deperindag) yang akan naik umumya disupport pabrikan otomotif.
    Setiap keluar undang2 ttg otomotif (pasti pabrikan jepang sudah siap dg produknya)
    Contoh : mobil 1500cc pajak murah (kategori blm brg mewah)
    Coba lihat semua merk mesin 1500cc semua,

    Motor 250cc belum kategori brg mewah, coba sport 250cc sdh banjir di jln raya.

    Sekarang mau pilda / pilgub / pilpres pasti ada cukong mendanai.
    Akibatnya idealisme tergadai krn utang budi / dana, shg cita2 awal yg luhur jadi pemimpin (yg hrsnya amanah) kalah oleh UANG….

    Bisa Contoh pak JOKOWI bangga memakai mobil buatan SOLO.

    Dibutuhkan Pemimpin yng TIDAK TERGADAI IDEALISME NYA & AMANAH….

    3. Masyarakat yg MAU & BANGGA memakai produksi bangsa sendiri.
    Sebagus apapun produknya kalo rakyat beli produk luar (sama aja boong)

    China, Korea, Jepang (selalu bangga memakai produk sendiri, walaupun belum sempurna)
    Produk Jepang sblm dilempar ke luar negeri, riset / test produk oleh rakyatnya sdri.
    Stlh sempurna baru di export.

    ——————————————
    Maaf nich sudah kepanjangan nulisnya

    Pertanyaan nya?

    ANDA ADA DI POSIS MANA ?
    SUDAHKAN JADI TELADAN ? (minimal bagi sendiri / keluarga)

  4. :p orang yg bener2 mau menghabiskan hidupnya untuk menjalankan ini juga perlu.. honda bisa menjadi honda membutuhkan pengalaman dan waktu sedemikian lama, harley-davidson dan ducati dengan pride, respect dan prestigenya menghabiskan pengalaman puluhan bahkan ratusan tahun (harley dari 1903).. pertanyaannya, siapa dan brapa banyak orang yg mau menghabiskan waktu dan hidupnya untuk industri otomotif buatan sendiri sedangkan dihargai saza belum tentu (knyataan dihargai sebatas kata saja) :p industri otomotif itu membutuhkan waktu lama untuk bisa diterima oleh: 1 rakyat sendiri, 2. rakyat negeri tetangga, 3. global. andai pun ada org seperti itu penerusnya belum tentu ada dengan kondisi negara seperti sekarang.. nobody wants uncertainty apalagi kalo udah menyangkut kesejahteraan hidup.. :p

  5. @vans21

    Solusinya : Motor / Mobil Nasional oleh BUMN.
    Karena tidak semua BUMN menguntungkan (ada yg rugi) PT.Merpati contohnya.
    Tapi selama membangun image / thrust / market / distribusi, disubsidi BUMN yg sehat / untung.
    Juga disiapkan dana Leasing nya oleh BUMN (pertamina misalnya), bayar cicilan lewat Kantor Pos misalnya.

    Kepala Daerah keluarkan regulasi Mobil Dinas / Opersional (hrs pake mobil nasional)
    Di Indonesia ada ratusan Kota / Kabupaten, masing2 pengadaan 5 mobil.
    Sudah ribuan mobil laku.

    Pabrik mobil China kebanyakan Perusahaan Pemerintah (spt BUMN) lah.

    Ya… Kembali lagi, siapa yg mau memulai….?

  6. Kita juga terjajah mindset tidak kerja kalau tidak.ke kantor sehingga sedikit sekali enterpreneur. Hal itulah.yang dimanfaatkan perusahaan untuk menguasai ekonomi Indonesia.

  7. yups.. kembali ke diri masing2 dlm menyikapinya..
    sistem ekonomi di negeri ini kadung bukan bertujuan untuk memajukan bangsa dan rakyatnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s