Ekspatriat KW

Menarik membaca kultwit tentang ekspatriat dari salah satu akun twitter @kurawa. Dalam kultwitnya tentang ekspatriat, @kurawa menjelaskan bahwa banyak dari kita yang mudah terkesima dengan orang asing tanpa melihat latar belakangnya terlebih dahulu. Membaca kultwit tersebut, saya jadi ingat tetangga saya yang menikah dengan orang asing asal Belanda. Orang-orang memanggil dia “Londo”. Sebelumnya disini saya tidak bermaksud merendahkan pekerjaan dari Londo tersebut, karena Londo tersebut berprofesi sebagai penjual mainan keliling, dan terakhir pernah lihat dia menjadi pengamen keliling.

Awalnya agak kaget juga ketika pertama kali melihat ada orang asing menjual mainan keliling. Karena image dari ekspatriat derajatnya lebih tinggi dibanding warga pribumi asli. Sejak kenal dengan si Londo tersebut saya berkesimpulan, bahwa tak selamanya derajat orang asing lebih tinggi dibanding kita. Untungnya si “Londo” ini orangnya baik. Ada pengalaman menarik lagi ketika saya masih buka warkop, disebelah warkop saya ada penjual jamu. Ketika saya sedang asyik ngobrol didepan warung, datang pemain sepakbola dari Mojokerto Putra (MP), kalau gak salah dari uruguay. Pikir saya si Pemain asing tersebut beli jamu untuk mendongkrak stamina. Setelah saya tanya ke penjual jamu tersebut, eh ndilalah pemain asing tersebut beli anggur kolesom. Parahnya lagi, pemain tersebut sempat menanyakan apa ada minuman keras juga. Pikir saya, ini “Londo” goblok amat. Kegoblokan pertama tanya miras ke toko jamu, kegoblokan kedua uda tau profesinya main bola masih aja mengkonsumsi miras. Sejak saat itu, saya sendiri jadi tersadar, bahwa banyak juga ekspatriat yang kemampuannya jauh dibawah kita. Secara wawasan dan ilmu, sebenarnya kita juga mampu bersaing dengan mereka. Dan berdasarkan kultwit dari @kurawa, banyak juga pekerja asing yang sebenarnya tidak cakap dalam pekerjaannya.

Sejalan dengan isi kultwitnya @kurawa, masih banyak dari kita masih memandang orang asing lebih hebat dari kita. Padahal banyak juga ekspatriat yang tidak lebih pintar dari kita. Mungkin akibat kelamaan terjajah banyak dari kita masih merasa inferior menghadapi orang asing atau kita menyebutnya “Londo”. Berikut isi kultwit tentang ekspatriat by @kurawa.

Kalo kultwit tentang kualitas Expratriat (pekerja Asing) diIndonesia gimana? Tapi ini bukan Rasis yah! Hanya membuka kasus audit reportku

Saya bagi telaah kultwit kualitas ekspatriat di RI jadi 2 yaitu: Khusus (kasus yg pernah saya tangani) dan Umum (secara nasional)

1. Data dari kemenaker tenaga expatriat (exp) per 31 Des 2011 sebanyak 77.300 orang (yg legal) kalo illegalnya
bisa lebih dari 2x lipat

2. Saya akan mulai dari contoh kasus hasil auditinvestigasi dahulu saat menangani kasus bangkrutnya pabrik sepatu di daerah Ciawi

3.Penugasan audit diberikan krn perusahaan milik yayasan TNI-AD itu mengalami gagal bayar (default) kpd Bank sebanyak $ 11,6 juta

4.Perush ini dikelola oleh seorang exp berasal dari Korsel sebut Mr. J yg datang ke Indonesia menawarkan proposal keuntungan produksi sepatu

5. Gayung bersambut semua potensi baik uang,asset maupun personal garansi diajukan ke Bank agar mendapatkan Kredit Modal Kerja

6.tapi setelah berjalan beberapa tahun untung tak diraih namun pagu kredit sebesar $11,6 juta sdh overlimit,potensi seluruh jaminan hilang

7. Inilah yg sebabkan tim pemeriksa diturunkan utk mencari sumber permasalahan, mengapa proposal dan
realitas sangat jauh berbeda

8. Obyek pemeriksa pertama adalah lihat profile Mr. J dahulu sebagai inisiator proyek ini.. Apa motif dan perilakunya baik di RI dan Korsel

9. Mr. J memang seorang profesional dibidang persepatuan. Dia adalah bekas pekerja (manager) sepatu dinegaranya. Ingat yah :”Pekerja”

10. Kita mencatat Mr. J merekrut banyak orang2 korsel utk dijadikan sebagai manager2 dengan gaji dikisaran $ 4000/bulan + tunjangan yg wahh

11. Sementara Mr. J memperoleh gaji $ 7000/bulan + semua reimbursement kegiatannya dari mulai bangun tidur sampai dia tidur malam lg

12. Yang lebih dahsyat dalam perjanjian hukumnya Mr. J mendapat bonus 1% dari total Sales (bukan profit) jd mau rugipun dia msh dapat bonus

13. Lalu tim secara diam2 berangkat ke korsel utk mencari semua latar belakang orang2 ini.. Hasilnya sangat mencegangkan..

14. Ternyata para manager2 itu rata2 pekerjaan mereka di Korsel adalah ex supir taxi, supir bus,pekerja supermarket dll

15. Mereka diiming2i oleh Mr. J utk kerja diRI dgn gaji besar,disuruh menutup latarbelakang & berbohong kl backgroundnya dipabrik Sepatu

16. Mereka diajarkan sederhana cara “pengawasan” pembuatan sepatu dan jika kesulitan kan gampang. Bicara bahasa korea :) aman oonnya

17.Kita duga Mr.J Meminta refund dari gaji2 para managernya sebesar 10% pdhl angka gajinyapun Mr. J yg tentukan termasuk seluruh tunjangan

18. Sementara kita cek kekayaan Mr. J setelah dia kelola persh sepatu itu ternyata memiliki 2 supermarket Besar di korsel+banyak usaha lain

19. Saya tidak akan kupas kecurangan2 (fraud) management dalam audit investigasi ini tp saya hanya
sampaikan betapa mudahnya kita percaya!

20. Betapa kita mudah terkesima dgn orang asing tanpa lihat latarbelakang &kemampuan.Sementara org RI di
perush itu hny menjadi supervisor

21. Setelah perush itu sdh hancur Mr. J dgn mudah hengkang kembali kenegaranya atau minta perlindungan G to G lewat badan resmi (KORINDO)

22. Saya dengar katanya Mr. J mencari lagi calon investor seperti perush ini utk memulai lagi modus proposalnya yg mengawang2

23. Maaf sekali lagi saya bukan mediskreditkan Korsel nya, saya mencatat sangat banyak exp dari negara lain yg juga punya motif ini

24. Dalam sebuat dialog ke beberapa karyawan dan shareholder sempat saya tanyakan mengapa tdk detail utk bertanya kpd mereka? Apa jawabannya

25. Mereka bilang kita agak minder krn masalah Bahasa (korsel/inggris) dianggap semua orang asing itu pasti Hebat. «Mental dijajah berabad2

26. seharusnya semua exp itulah yg harus belajar bahasa RI jika mau bekerja di RI, WAJIB ! Kita tdk boleh minder, apakah ada TOEFL Bahasa?

27. Sekarang kita telaah kualitas exp dari sisi umumnya (nasional). Apakah benar exp di RI ini Kelas KW3 punya?

28. Kwik Kian Gie saat protes dgn kebijakan ekonom2 muda di IMF sempat geram dengan tingkahlaku anak2 muda bule ini

29. Kwik mengatakan kalo anak2 yang baru lulus kuliah pengalaman 2 -3 thn hendak mengatur permasalahan bangsa ini secara text book

30. Kwik tahu masalah ini krn dia lama di luarnegeri saat jadi Mahasiswa atau saat dia ikuti meeting2 dgn para exp bule2 ini

31. Penugasan para exp ke indonesia kalo kita ibaratkan di militer RI adalah penugasan tentara ke daerah perbatasan yg cukup duduk/jaga

32. Jika ada temukan exp di RI itu “baik” ingat itu hanya attitude bukan keahliannya.. Jangan lekas tertipu
diseluruh bidang kerja

33. Apakah ada bukti kalo exp di RI itu sekelas KW3? Yuuk kita kasih contoh sederhana penghasilan seorang auditor
di negara eropa.

34. Seorang auditor junior pengalaman 3 tahun (eropa) bekerja di PriceWaterhouse digaji €5000-6000/bulan + tunjangan

35. Itu kualifikasi exp kelas 1,nah jika dgn gaji lebih kecil atau sama yg mereka dapat di negara asalnya, ngapain mereka susah keIndonesia?

36. Jadi sangat logis byk orang2 exp yg ditempatkan di negara kita adalah sekelas pegawai2 yg memang tdk bisa berkembang di negaranya

37. Dibulan2 ini tingkat pengangguran di eropa dan USA semakin tinggi, waspada cerita2 manis dari pendahulu exp agar penganggur itu datang

38. Coba kita perhatikan sampai TV pun skr suka menghadirkan bule2/exp di program acaranya dari komedi,koki,presenter, MEMALUKAN

39. Apa yg TV jual dgn para exp itu? Hanya kebodohan dalam berbahasa Indonesia dijadikan lelucon,lalu pemirsa senang?? Lucu?? MENYEDIHKAN

40. Bangsa ini sudah sangat lama terpukau dengan orang2 asing yg ada disekelilingnya. Coba Lihat adik2 kita
sering meraih emas di TOFI

41.Bangsa ini memiliki kepintaran personal yg sangat banyak tetapi sangat MISKIN dalam mental menghadapi orang asing. Ayo jgn Minder!!

42. Itulah latar belakang saya ketika berbicara dan berdebat dengan seorang exp kemarin : “YOU PAY Peanut, YOU got MONKEY” lgs Hening…

43. Satu lagi tip saya! Jgn panggil para Exp itu dgn Mr. Or Mrs jika mereka tidak memanggil kita dengan panggilan yg sama! Ini Kesetaraan..

44. Demikian sharing twitt saya, yang baik silahkan diambil, yg tidak setuju kita tetap berteman yah.. Yuuk kerja lagi :)

Posted with WordPress for BlackBerry Bosok

About these ads

10 gagasan untuk “Ekspatriat KW

  1. Hmm…Mungkin sudut pandang orang Indonesia memang terlalu terjajah…Apapun yang dari luar, pasti dianggap lebih superior.

    Gak cuman soal manusia, tapi juga hal-hal lain, motor & parts-parts serta hal lain yang melingkupnya mungkin?

    Mungkin ini karena kita terlalu buta & angkuh untuk melihat kekayaan & kemampuan bangsa kita? Masih ngerasa Indonesia negara rendahan untuk membuat parts berkualitas?

    Entahlah….

  2. Mantab bro ulasannya.. Memang kenyataan seperti itu, udah alami sendiri di salah satu proyek PLTU. Banyak orang asingnya, tapi sedikit sekali yang bener-bener pintar, malah jauh pinteran engineer lokal. Guyonan kita disana, kalau para ekspatriat asing itu di negaranya cuman tukang atau kuli aja. Tapi di Indonesia lagaknya udah kayak bos..
    Saya sendiri gak pernah menganggap tinggi para ekspatriat karena memang jarang yang pinter. Cuman satu aja yang saya salut, masalah ketepatan waktu, itu aja yang mantab.

    • Akurrrr mas, saya juga pernah mengalami hal yg sama, menang mereka cuma ke”BULE”annya saja. Waktu ada masalah dengan pekerjaan, Engineer lokal jauh lebih cepat tanggap utk cari problem solvingnya, lha mereka cuma wasweswos tapi ga selesai masalahnya……Hehehe
      SDM lokal kita kualitasnya mampu bersaing dengan “LUAR”.

  3. sebuah REALITA yg diungkapkan dalam tulisan, mantep bro,,,orang sini aja banyak yg heboh ketika kedatengan orang asing, dahhh,,,,mirip antrian sembako semua pada ngumpul,,,padahal si bule aja cuman mau numpang nginep di salah satu rekan couch surfingnya, jiaaannnn mental yg perlu diubah. benar kata anda, KESETARAAN patut diwujudkan dan terahir adalah masalah harga diri.

  4. paling lucu alkisah ketika ada seorang Indonesia beli souvenir dari luar negeri dan dijadikan sebagai oleh2 pada temannya yg punya usaha kerajinan tas tangan wanita (biar bisa buat refensi produk luar kali ya). ahirnya taulah dia bahwa tas yg dibelinya itu terntaya buatan temannya yg perajin tsb, jadi tas itu diexpor tanpa merk trus di luar negeri hanya ditempelin merk terkenal dan dijual berkali lipat mahalnya…
    alangkah bangganya kita ama produk bule, padahal bule aja kagum ama produk kita.

  5. setuju sekali…..
    kita masih menganggap orang asing itu lebih hebat.. produk2nya lebih bagus…
    saya inget waktu tahun 2000an ketika musisi ada indonesia dengan bangganya memamerkan gitar gison yg di belinya di amerika… ternyata.. gitar gibson yang beredar di amerika tersebut buatan indonesia.. yang pabriknya belokasi di cileungsi bogor.. sya baru tahu ketika saya bekerja di pabrik tersebut..
    sebenarnya banyak orng indonesia yang pintar.. namun sayang tidak ada apresiasi dari pemerintah saja… hanya itu saja menutut saya.. kita ambil conoh lagi.. film kartun upin-ipin yg ketika di indonesia di tolak.. malahan berjaya di malaysia.. ironis..

  6. setuju.. mangkanya ane milih rubah posisi ane yg mana kita bisa jg jd expat di negri orang. Skrg ane kerja di ME sbg professional engineer & sdh 4thn survive di sini. Gaji premium layaknya expat londo.. percaya aja jd expat lebih ke masalah mental dan harga diri. Bahasa inggris ane biasa aja & msh kalah sama anak-ku yg grade-1 (6thn). Ati2 dgn krisis eropa ntar Indonesia bisa diserbu tenaga expat abal2. waspada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s